Rabu, 28 Agustus 2013

wheel drive

Wheel Drive



Jimny SJ410Penggerak 4 roda
Penggerak 4 roda (four-wheel drive disingkat 4WD atau 4X4) adalah istilah yang dipakai pada kendaraan yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya. Kendaraan yang memiliki kemampuan 4×4 bertujuan untuk mendapatkan traksi yang memadai dalam segala kondisi jalan, misalnya, untuk digunakan di medan yang berat seperti tanjakan terjaljalan licin ataupunjalan yang berlumpur, umumnya kendaraan jenis ini bertipe jeep atau SUV.
Cara kerja
Pada kendaraan dengan penggerak 4 roda, mesin dihubungkan dengan diferensial tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan penggerak 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi, biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja, dengan mengaktifkan melalui tombol atau tuas tertentu.
Model dan jenis
  • Berdasarkan model dan jenisnya, dapat dikelompokan sebagai berikut :
  • • Part time. Pengoperasian 4WD hanya pada saat tertentu sesuai kondisi jalan.
  • • Full time. 4WD selalu terpasang dalam segala kondisi jalan.
  • • Manual. Pengaktifan 4WD dilakukan secara mekanis dengan mengerakan tuas tertentu. Pada beberapa jenis kendaraan bahkan perlu diputar as pada poros rodanya.
  • • Otomatis. Pengaktifan 4WD dilakukan dengan tombol (semi automatic) atau sensor tertentu (full automatic).
Dalam aplikasinya, berbagai kendaraan mengkombinasikan keempat model atau jenis tersebut di atas.
(source: Wikipedia)
4wd02Tipe penggerak kendaraan
Penggerak kendaraan memiliki peran penting dalam stabilitas dan traksi.Sistem penggerak yang baik akan memiliki stabilitas dan traksi kontrol yang baik. Tetapi semua itu tergantung medan di mana kendaraan digunakan. Contoh, kendaraan dengan Computerized All Whell Drive, tidak akan banyak berarti ketika yang mengendarai kakek-nenek di jalan kota yang penuh macet. Tidak ada sistem penggerak yang terbaik, yang ada adalah sistem penggerak sesuai dengan fungsi dan medannyalah yang terbaik. Tetapi tidak ada salahnya memahami beberapa tipe penggerak kendaraan, sehingga memudahkan untuk memahami ketika akan membeli kendaraan.
Prinsip dan cara kerja sistem penggerak adalah menyalurkan dan menditribusikan power dari primemover (bisa mesin, atau motor listrik atau gabungan diantara keduanya) ke setiap roda (atau roda tertentu saja). Pendistribusian power yang tepat maka akan berdampak pada power yang efektif dan efisien, yang akhirnya akan membuat kendaran menjadi lebih irit.
2WD (two wheels drive)
Kendaraan dengan tipe penggerak ini hanya menggerakkan 2 roda saja (kiri dan kanan).Pendistribusian tenaga antara kiri dan kanan diatur oleh differential gear (gardan) secara otomatis, ketika kendaraan belok atau menikung. Kendaraan tipe ini dikategorikan menjadi 2, yaiturear whell drive (gardan dibelakang) dan front wheel drive (gardan didepan). Pada kendaraan tua dan kendaraan dengan load besar, umumnya menggunakan penggerak roda belakang. Penggerak roda depan memiliki stabilitas yang lebih baik, tetapi tidak sesuai untuk kendaraan dengan beban besar. Kendaraan dengan kategori kecil lebih sesuai menggunakan sistem penggerak roda depan.
4WD (four wheels drive)
kendaraan tipe ini mempunyai kemampuan mendistribusikan power dari mesin ke seluruh roda dengan perbandingan distribusi antara gardan depan dan belakang dengan rasio tertentu. Misal, 40 % untuk gardan depan, 60 % untuk gardan belakang. Tipe penggerak untuk 4WD memiliki beberapa kategori :
4wd03• Part time 4WD
Pada sistem ini, 4WD tidak fix untuk selamanya tetapi dapat di non aktifkan sesuai dengan kebutuhan. Sistem pemindahkan dari 2WD ke 4WD harus dilakukan secara manual dengan memindahkan tuas. Dalam kondisi normal, system akan berjalan dengan 2WD. Kendaraan yang mengggunakan system ini tidak dirancang untuk kondisi jalan kering atau jalan raya, karena berakibat system gear cepat aus. Sistem low-range gear menyebabkan kendaraan merambat dengan pelan, tapi mampu mengatasi rintangan yang cukup berat. Sistem ini umumnya digunakan oleh kendaraan tua bertipe Jeep. Kelemahan sistem ini adalah distribusi power antara gardan depan dan belang tidak dapat diatur sesuai kebutuhan atau otomatif. Kelemahan yang lain adalah pemindahan dari 2WD ke 4WD (atau sebaliknya) harus dengan manual dan pada umunya kendaraan harus dalam kondisi bergenti. Perpindahan dari 2WD ke 4WD atau sebaliknya tidak dapat dilakukan on the fly (sambil jalan). Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini adalah : Jimny, Wrangler, Nissan, Chevrolet Blazer, Cherokee, Nissan Pathfinder, Toyota 4Runner, Mazda.
• Selectable 4WD
Sistem ini lebih fleksibel dalam melakukan pemilihan jenis penggerak yang digunakan apakah 2WD, full time 4WD, ataupun part time 4WD dalam memberikan traksi yang maksimal. Pada waktu menghadapi medan yang cukup berat, central differential akan otomatis mengunci untuk memberikan traksi yang kuat. Pada waktu belok, center differential akan mengatur roda depan dan belakang berputar secara independen. Sistem ini dapat menembus medan berat seperti lumpur, dapat digunakan di jalan aspal. Sistem ini delangkapi pula dengan low-range gear. Kekurangan dari sistem ini adalah :proses aktivasi dilakukan secara manual. Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini antara lain : Isuzu Tropper, Acura SLX, Ford Expedition, Grand Cherokee, Mitsubishi Montero, Jeep Cherokee.
• Permanent 4WD
Sistem ini dilengkapi juga dengan low-range gear dan center differential. Sistem ini dapat digunakan di jalan aspal maupun jalan berlumpur. Proses penguncian dilakukan secara otomatis. Sistem ini mempunyai kemampuan off-road setara dengan part-time 4WD, tetapi masih bisa digunakan di jalan aspal, sedangkan part-time tidak bisa digunakan di jalan aspal karena system gear akan cepat aus. Adanya center differential dapat melakukan penguncian secara otomatis dalam meningkatkan daya traksi. Tetapi harga sistem ini lebih mahal dibandingkan dengan sistem lain. Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini antara lain : Mercedes-Bens ML320, Toyota Land Cruiser, Lexus LX470, Range Rover, Jeep Grand Cherokee, Ford Explorer V6.
4wd04• All wheel drive (AWD)
Disebut juga dengan Full-Time 4WD. Pada sistem ini ke-4 roda adalah tidak ada saling ketergantungan (independent). Distribusi power diatur oleh cpu (komputer). Sistem ini umunya sudah dilengkapi dengan sistem pengendali traksi secara otomatis. Misal, saat roda kanan depan dan belakang pada tempat yang basah, secara otomatis komputer akan memberikan traksi dan porsi tenaga yang lebih besar untuk roda depan dan belakang sebelah kanan. Contoh yang lain, misal mobil dalam kondisi menikung ke kiri, secara otomatis roda kanan belakang akan mendapatkan porsi tenaga lebih besar. Sistem ini mudah digunakan dan dengan seketika akan menyalurkan daya ke roda dengan kuat. AWD dapat digunakan di jalan aspal. Centre Differential berfungsi secara otomatis dalam mengunci atau membuka. Kemampuan AWD ini tidak sehebat 4WD karena tidak dilengkapi dengan low-range gearSistem AWD ini cukup efisien Untuk menembus lorong-lorong hutan, padang pasir, jalan berkerikil . Beberapa kendaraan yang mengunakan sisyem ini antara lain : Mitsubishi Eclipse, Subaru, Volvo V70, Mazda MPV, Honda CR-V, Lexus RX300, Mercedes-Benz E320.
(source: Automotive Engineering, Gear System, Diskusi Sakae ITO – Honda R&D Japan)
Sistem penggerak drive train pada 4X4
Drive Train merupakan suatu komponen dengan beberapa mekanisme yang berfungsi memindahkan daya/ tenaga yang dihasilkan mesin untuk menjalankan roda dan kendaraan. Dengan adanya Drive Train maka mobil dapat bergerak atau berjalan.
  • • Clutch
  • Komponen ini mempunyai fungsi untuk meneruskan dan melepaskan daya dari mesin ketika gir berpindah dalam kondisi berjalan atau berhenti.
  • • Transaxle
  • Transmisi dan differential yang menjadi satu, bagian ini digunakan pada kendaraan penggerak roda depan.
  • • Differential
  • Komponen ini mempunyai tiga fungsi yaitu merubah arah dari daya bergerak, mengurangi daya dari propeller shaft, dan membedakan putaran untuk roda ketika membelok.
  • • Drive Shaft
  • Komponen yang berfungsi meneruskan daya yang terbagi ke setiap roda dari differential.
  • • Transmission
  • Komponen ini meneruskan dan mengatur kecepatan dan daya dari mesin yang diakibatkan oleh gigi kecepatan yang digunakan, kemudian dilanjutkan ke pemutar roda.
  • • Propeller Shaft
  • Suatu mekanisme penghubung yang meneruskan daya dari transmisi ke differential (kendaraan mesin di depan dengan penggerak roda belakang).
Ada beberapa jenis sistem penggerak :
• Front Engine Front Wheel Drive (FF), mesin berada di depan, dengan penggerak roda depan
• Front Engine Rear Wheel Drive (FR), mesin berada di depan, dengan penggerak roda belakang
• Rear Engine Rear Wheel Drive (RR), mesin berada di belakang, dengan penggerak roda belakang
• Four Wheel Drive (4WD), mesin dengan penggerak roda depan dan belakang (4 roda)
4wd06Tipe Drive Train FF paling umum digunakan pada mobil ekonomis seperti Toyota Altis. Sedangkan untuk tipe Drive Train FR biasanya untuk sedan mewah dan mobil sport. Tipe Drive Train RR untuk mobil sport kelas tinggi (formula 1). Tipe Drive Train 4WD untuk mobil dalam segala medanseperti Toyota Fortuner, mesin dihubungkan dengan differential tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan Drive Train 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi, biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja, dengan mengaktifkan melalui tombol atau tuas tertentu.

Four-wheel drive, 4WD, 4X4 (“four by four”), or AWD (“all wheel drive”) is a four-wheeled vehicle with a drivetrain that allows all four wheels to receive torque from the engine simultaneously. While many people associate the term with off-road vehicles and Sport utility vehicles, powering all four wheels provides better control in normal road cars on many surfaces, and is an important part in the sport of rallying.

plat kopling

 PLAT KOPLING 

*Fungsi Plat Kopling:
   fungsi plat kopling yaitu, sebagai perantara pindahan putaran dari mesin(engine) ke transmisi, hubungan antara dengan facing melalui beberapa dumper spring yang berfungsi untu meredam kejutan pada saat kopling mulai bergerak facing di sambungkan cusnioning.

  • Letak ? terletak antara mesin(engine) dan transmisi.
  • Syarat kopling yang baik ? harus bisa melepas putaran/tenaga dengan cepat, harus halus/lembut saat menghubungkan, tidak slip.
  • cara kerja: memutus : pedal di injak, realease fork menarik realease bearing, realease b
    earing menekan preasure plate . tertarik ke belakang.
                        Perbaikan Kopling (Over Hold)
  1. setel pedal kopling, yaitu jarak pedal dengan floor. standart jarak babas kopling(20mm-40mm)
  2. setel kebebasan kopling.
  3. ganti plate koping (kaleau sudah habis).
  4. ganti bearing.
  5. pilt bearing.
*Kopling memiliki 2 jenis pengoperasian, yaitu :
- sistem penggerak hidraulis, yaitu sistem pengoperasian menggunakan minyak hidraulis.
   keuntungan kopling hidraulis, yaitu pada jenis ini pengemudi dapat dengan mudah mengoperasikan kopling dengan tekanan pedal yang ringan.
- sistem penggerak mekanis yaitu sistem pengoperasian menggunakan kawat kabel.
*Tiga bagian utama plat kopling :
- kanvas.
- pegas pelembut.
- peringan gerak.
Gangguan yang terjadi pada unit kopling dapat menyebabkan tenaga berkurang :
- jarak bebas injakan pedal kopling terlalu tinggi.
- kedudukan mur penyetel yang terlalu dalam.
- akselerasi lamban.

langkah-langkah tune-up mobil

Langkah - Langkah Tune-UP


 4 Langkah Mudah Melakukan Tune Up Mobil




1. Bersihkan saringan udara
Langkah pertama dan paling mudah dilakukan adalah membersihkan saringan atau filter udara. Caranya, lepaskan peranti itu dari wadahnya, kemudian gunakan kompresor atau peranti lain yang memiliki tekanan angin tinggi.

Bila tidak ada peralatan seperti itu, Anda bisa menggunakan kuas lembut berukuran serempat. Kemudian bersihkan kotoran yang menempel pada sel-sel saluran udara tersebut.

Setelah itu, gunakan kipas angin dan tekan tombol ukuran embusan angin tertinggi. Hal itu dimaksudkan agar kotoran yang masih menempel hilang.

Kondisi kebersihan saringan udara juga turut menentukan hasil pembakaran. “Sebab udara yang kotor dan bercampur dengan bahan bakar menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna. Akibatnya, tenaga pun loyo,”. Namun, bila peranti itu sudah sangat kotor, maka sebaiknya diganti.

2. Bersihkan busi dan ganti bila telah aus
Setelah membersihkan saringan udara, langkah selanjutnya adalah membersihkan busi. Peranti ini sangat vital bagi proses pembakaran bahan bakar dan udara di ruang bakar mesin sebagai pemantik api.

Bila telah aus, maka percikan api tidak akan terjadi. Akibatnya proses pembakaran tidak terjadi dan mobil pun mogok. “Busi yang hanya memercikkan sedikit api juga menyebabkan pembakaran tidak sempurna,”.

Selain membersihkan sumbu dan kepala busi dengan menyikatnya, sebaiknya tingkat kerenggangan juga diatur kembali. Untuk tingkat kerenggangan itu, sebaiknya jangan terlalu rapat dan jangan terlalu longgar.

Bila busi telah aus, sebaiknya segera diganti. Umumnya, pemakaian busi yang ideal adalah 20–25 ribu kilometer. Sebelum memasang kembali busi ke tempatnya, semprot lubang busi dengan menggunakan carbon cleaner. Hal itu dimaksudkan untuk membersihkan kerak atau sisa-sisa pembakaran di lubang tersebut.

3. Bersihkan karburator atau injektor
Secara prinsip antara karburator dan injektor mempunyai kesamaan fungsi, yaitu pemasok bahan bakar ke ruang bakar mesin.

Bila Anda memiliki waktu dan niat, sebaiknya melakukan pembersihan di karburator. Caranya buka semua mur dan baut karburator, kemudian buang sisa bahan bakar yang ada. Gunakan kuas lembut berukuran kecil untuk menghilangkan kotoran yang ada, lalu bilas bagian-bagian atau komponen yang ada di peranti itu dengan menggunakan bensin atau solar.

Setelah bersih, pasang kembali atur kerenggangan klep, pelampung, serta pastikan lubang karburator tak tersumbat.

Bila mobil Anda telah menggunakan injektor, maka lepas filter udara yang menuju ke Thtrottle Body (TB). Pada saat bersamaan, hidupkan mesin mobil dan semprotkan injector cleaner ke throttle tersebut. “Semprotkan hingga tiga perempat isi kaleng dan yang harus diingat saat menyemprot itu mesin mobil harus dihidupkan, sekitar 15 menit,”.

Cairan carbon cleaner maupun injector cleaner banyak sekali dijual di toko-toko onderdil atau aksesoris mobil. Banyak sekali merek, kualitas, dan harga yang ditawarkan.

4. Lakukan entakan tekanan ke ruang bakar
Cara untuk melakukan entakan ini, Anda cukup menghidupkan mesin mobil. Kemudian, injak pedal gas hingga tingkat paling dalam. Lakukan cara itu empat hingga lima kali.

Bila Anda ingin mendapatkan ukuran yang pasti tentang injakan pedal gas itu, maka gunakan indikator yang ada pada mobil. Injak pedal gas hingga jarum penunjukan RPM (tingkat putaran mesin per menit) menunjukkan posisi tertinggi atau redline.

“Cara itu untuk merontokkan kerak atau kotoran di saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin sehingga proses pembakaran bisa kembali sempurna,” .

Setelah itu, biarkan mesin tetap menyala dan dalam kondisi stationer atau tetap langsam. Bila telah berlangsung 5–10 menit, Anda bisa mematikannya dan proses tune up pun selesai.

TIPS MERAWAT AC MOBIL

Tip Merawat AC Mobil


AC mobil sangat penting peranannya karena perangkat inilah yang mengatur suhu udara dalam kabin kendaraan agar selalu dalam kondisi yang nyaman sehingga penumpang, terutama pengemudi tidak cepat lelah, terlebih saat perjalanan jauh.

Selain itu, fungsi AC mobil juga berguna untuk mengurangi tingkat kelembapan udara dalam kabin yang mampu menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri sehingga kabin lebih sehat dan nyaman.

AC mobil juga tidak hanya diperlukan saat cuaca panas menyengat.
Pada kondisi cuaca hujan, perangkat penyejuk kabin ini juga berfungsi mencegah terjadinya pengembunan pada kaca depan kendaraan yang dapat mengurangi visibilitas pengemudi.

Tip sederhana kepada pembaca bagaimana cara memperlakukan dan merawat AC mobil dengan baik agar AC mobil selalu dalam kondisi yang sehat.

1. Jangan membiasakan membuka jendela saat AC dalam kondisi hidup. Debu dan partikel halus dapat masuk kedalam kabin, tersedot oleh kipas blower dan akan membuat kipas serta komponen evaporator menjadi cepat kotor.

2. Tidak merokok dalam kendaraan ketika AC hdup. Asap rokok akan terhirup dan sebagian zat yang terkandung di dalamnya akan menempel di kisis-kisi evaporator sehingga meninggalkan bau yang kurang sedap.

3. Segera periksakan ke bengkel resmi AC ketika terdapat tetesan air yang keluar dari selang atau kisi-kisi AC. Tetesan air tersebut mengindikasikan adanya ketidakberesan pada sistem penyejuk ruangan mobil Anda.

4. Segera periksakan ke bengkel saat hembusan AC kendaraan Anda sudah tidak terasa dingin.

5 Lakukanlah servis AC di bengkel resmi Denso untuk keluhan maupun kerusakan pada AC kendaraan Anda.

Pengecekan AC sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Ia mengatakan bahwa komponen AC sama seperti mesin kendaraan. Ia butuh perawatan serta penggantian komponen secara berkala.

rem cakram

Rem Cakram

                                                                           REM CAKRAM
A.  PENDAHULUAN
Silinder utama adalah alat yang mengubah tenaga operasi yang digunakan oleh pedal rem pada tekanan hidrolik. Sekarang ini, tandem silinder utama, yang termasuk dua piston, menghasilkan tekanan hidrolik padajalur rem dua sistem. Tekanan hidrolik kemudian dikenakan pada calipers  rem cakram atau silinder roda dari rem tromol.
Reservoir berfungsi menyerap perubahan pada volume cairan rem yang  disebabkan oleh perubahan pada temperatur cairan. Dia juga memiliki pembatas didalam yang membagi tangki menjadi bagian-bagian depan dan belakang seperti yang terlihat pada gambar.  Desain kedua bagian dari tangki ini memastikan bahwa bila satu sirkuit gagal karena kebocoran cairan, sirkuit yang lain masih akan ada untuk menghentikan kendaraan.
Sensor level cairan mendeteksi waktu ketika level cairan di tangki reservoir turun di bawah tingkat minimum dan kemudian menggunakan lampu peringatan system rem untuk memperingatkan pengemudi.  Dari segi konstruksi silinder utama dapat dilihat pada gambar berikut yang  terdiri dari komponen-komponen berikut.
(1) Piston No.1
(2) Pegas Pembalik No.1 (return spring)
(3) Piston No.2
(4) Pegas Pembalik No.2
(5) Piston cup karet
(6) Tangki reservoir
(7) Sensor level cairan.
Rem cakram
Gambar : Konstruksi silinder utama

B.  KEBOCORAN MINYAK REM
1.  Kebocoran cairan pada bagian belakang
Bila pedal rem ditekan, piston No. 1 bergerak ke kiri tapi tidak menghasilkan tekanan hidrolik di bagian
belakang. Karenanya, piston No. 1 menekan pegas pembalik, terhubung dengan piston No. 2, dan mendorongnya. Piston No. 2 menaikkan tekanan hidrolik pada ujung depan dari silinder utama, yang membuat dua buah rem dapat dioperasikan dari sisi depan silinder utama (master cylinder).
Kebocoran cairan pada bagian belakang
Gambar : Kebocoran cairan pada bagian belakang

2.  Kebocoran cairan di bagian depan
Karena tekanan hidrolik tidak dihasilkan di bagian depan, maka piston No. 2 bergerak sampai ia menyentuh dinding di ujung terjauh dari silinder utama. Bila piston No. 1 didorong lebih jauh ke kiri dari posisi ini, tekanan hidrolik naik pada bagian belakang dari silinder utama (mas ter cylinder), yang membuat rem dioperasikan dari bagian belakang silinder utama (master cylinder).
Kebocoran cairan pada bagian depan

Gambar : Kebocoran cairan pada bagian depan


C.   DASAR PERENCANAAN REM
Bila pedal rem ditekan, silinder utama mengubah tenaga ini menjadi tekanan hidrolik. Operasi pedal rem berdasarkan tuas, dan mengubah tenaga pedal yang kecil menjadi tenaga yang besar yang bekerja pada silinder utama. Berdasarkan hukum Pascal, tenaga hidrolik yang dihasilkan di silinder utama ditransmisikan melalui jalur rem ke masingmasing silinder utama. Tenaga itu bekerja pada brake lining dan bantalan rem cakram untuk menghasilkan tenaga pengereman.
Menurut hukum Pascal, tekanan yang digunakan secara eksternal atas cairan terbatas yang dihantarkan secara seragam ke semua arah.  Dengan menggunakan prinsip ini pada sirkuit hidrolik di sistem rem, tekanan yang dihasilkan di silinder utama dihantarkan secara sama ke semua silinder roda. Tenaga pengereman bervariasi, seperti yang terlihat pada contoh berikut,  tergantung pada diameter dari silinder roda. Bila desain kendaraan memerlukan tenaga pengereman yang lebih besar pada roda-roda depan, misalnya, disainernya akan merincikan silinder roda yang lebih besar untuk bagian depan.
Design Daya Pengereman
Gambar : Design Daya Pengereman

D.   TIPE DARI JALUR REM
Bila jalur rem terbuka dan cairan/minyak rem keluar, rem tidak akan bekerja lagi. atas alasan ini, hidrolik rem dibagi menjadi jalur rem dua sistem. Tekanan hidrolis yang dikirim ke kedua sistem dari silinder utama ditransmisikan ke calipers rem cakram atau silinder roda.
Susunan dari jalur rem berbeda antara kendaraan FR dan FF, pada kendaraan FR, jalur rem dibagi menjadi sistem roda depan dan sistem roda belakang, tapi pada kendaraan FF piping  diagonal digunakan, karenabeban yang dikenakan pada bagian depan pada kendaraan FF itu besar, tenaga pengereman yang lebih tinggi digunakan untuk roda-roda depan daripada untuk roda-roda belakang.  Untuk ini, bila sistem jalur rem yang sama digunakan untuk kendaraan FR digunakan pada kendaraan FF, tenaga pengereman akan terlalu lemah bila sistem pengereman roda depan gagal, Untuk masalah ini sistem jalur pipa diagonal untuk roda depan kanan dan roda belakang kiri dan satu untuk roda depan kiri dan roda belakang kanan digunakan supaya bila satu system gagal, sistem lain akan mempertahankan tenaga.
Jalur Pengereman
Gambar : Jalur Pengereman 


E.   REM CAKRAM (DISC BRAKE)
1. Konstruksi 
Rem cakram terdiri dari komponen komponen seperti berikut.
(1) Caliper rem cakram (Disc brake caliper)
(2) Bantalan rem cakram (Disc brake pad)
(3) Rotor rem cakram (Disc brake rotor)
(4) Piston
(5) Cairan/pelumas (Fluid)

2. Pengoperasian
Rem cakram mendorong piston dengan m enggunakan tekanan hidrolik yang dikirim melalui jalur rem dari master cylinder untuk membuat bantalan rem cakram menjepit kedua sisi rotor rem cakram dan menghentikan ban berputar. Karena rotor rem cakram dan bantalan rem cakram saling menggesek, maka terjadi panas akibat friksi tadi, tetapi, karena rotor  rem cakram dan badan rem terbuka, panas friksi yang terjadi dapat dengan mudah menguap.
Gambar : Konstruksi dan operasi rem cakram


3.  Penyetelan Rem (Brake Adjustment)
Karena celah rem disesuaikan secara otomatis oleh penutup piston (karet), sehingga celah rem tidak perlu disesuaikan dengan tangan. Ketika pedal rem ditekan, maka tekanan hidrolik akan menggerakkan piston dan mendorong bantalan rem cakram melawan rotor rem cakram.
Pada saat ini, piston bergerak sambil menyebabkan penutup piston berubah bentuk, dan saat pedal rem dilepaskan, penutup piston kembali ke bentuk semula, sehingga menggerakkan piston menjauhi bantalan rem cakram. Karenanya, walaupun bantalan rem cakram sudah aus dan piston bergerak, jumlah kembalinya piston selalu sama, sehingga celah antara bantalan rem cakram dan rotor rem cakram dipertahankan pada jarak yang konstan.
 Gambar  Penyetelan rem

 Gambar : Penyetelan rem
 4.  Penurunan cairan/pelumas rem 
Jumlah cairan rem pada tangki reservoir rem menurun karena keausan dari bantalan rem cakram atau rem cakram lining. Karenanya, kondisi keausan dari bantalan rem cakram atau rem cakram lining dapat dihitung dengan mengecek tingkat cairan/pelumas di tangki reservoir. Karena diameter piston yang besar, keausan dari bantalan rem cakram berakibat pada penurunan tingkat cairan/ pelumas yang tajam di tangki reservoir.

Gambar : Penurunan cairan rem
 5.  Indikator keausan bantalan
Ketika bantalan rem cakram aus dan perlu diganti, indikator keausan bantalan rem cakram menghasilkan suara lengkingan tinggi untuk memberi peringatan pada pengemudi. Pada Corolla, peringatan ini terjadi saat ketebalan bantalan tepat 2.5 mm (0.098 in). Konstruksi dan Operasi rem cakram dapat dijelaskan dimana saat ketebalan bantalan berkurang menjadi kurang dari yang telah disebutkan diatas, maka indikator keausan bantalan, yang terdapat pada piringan belakang bantalan, berhungungan dengan rotor rem cakram dan mengeluarkan suara lengkingan saat mobil berjalan. Ada rem indikator keausan bantalan tipe sensor seperti yang terlihat pada gambar di bawah  dimana ketika sensor tersebut aus bersama rem cakram, sirkuit sensor menjadi terbuka. ECU akan mendeteksi sirkuit yang terbuka tadi dan memberi peringatan kepada pengemudi.
Keausan bantalan
Gambar : Keausan Bantalan

6.  Tipe-tipe dari caliper rem cakram 
Tipe-tipe dari caliper akan diterangkan di bawah ini.
(1) Tipe caliper  tetap ( Fixed caliper) Sebuah tipe fixed caliper mempunyai sepasang piston untuk mendorong rotor  rem cakram pada kedua sisinya.
(2) Tipe caliper mengambang (Floating caliper) Sebuah tipe floating caliper tertempel pada piston hanya pada satu sisi dari caliper.
Tipe caliper rem cakram
Gambar : Tipe Caiper Rem Cakram

Piston berperan sebagai pembuat tekanan hidrolik, dan apabila bantalan rem cakram ditekan, caliper akanbergerak ke arah yang berbeda dari piston, dan mendorong  rotor  rem cakram dari kedua sisinya.
Akibatnya, caliper  akan menghentikan perputaran roda. Ada beberapa jenis floating caliper, tergantung
dari metode menempelkan caliper ke piringan putar.

7.  Tipe-tipe rotor rem cakram 
Tipe-tipe rotor rem cakram dijelaskan di bawah ini.
(1)  Tipe solid
Terbuat dari sebuah rotor rem cakram tunggal..
(2)  Tipe berventilasi (ventilated) 
Terdapat lubang di dalamnya, dan sangat baik untuk mengurangi panas.
(3)  Tipe dengan tromol (with drum)
Built-in drum brake untuk parking brake.

penyebab bau pada mobil ber-ac

Penyebab Bau Pada Mobil Ber-AC

Ac mobil rawan dengan tikus yang masuk ke dalam rumah evaporator atau rumah blower, terutama jika sirkulasi udara luar di buka saat mobil sedang parkir di bagasi dan terdapat lubang yang cukup bagi tikus untuk masuk dari ruang mesin.
Penyebab bau pada mobil ac


Untuk mendeteksi tikus sangat mudah, karena biasanya tikus akan memakan busa-busa yang menempel dirumah blower, busa tersebut akan terhisap oleh blower dan akhirnya akan menyumbat saluran buang air kondensasi.
Penyebab bau yang biasa di temukan pada ac mobil :
Bau bekas parfum yang ada di grill ac mobil, jika kita memiliki kebiasaan menaruh parfum di grill ac, bau parfum yang tidak enak biasanya akan tercium kalau parfum yang menempel sudah lama dan mengering.
Bau yang terjadi karena kebocoran freon dari evaporator dan bau freon ini khas.
Bau karena ac kurang dingin - ac kurang dingin juga menyebabkan bau yang bisa di cium dari hembusan angin ac, hal ini di karenakan evaporator yang kotor.
Ac Mobil Bau yang di sebabkan karena ac mobil sudah lama tidak hidup, meskipun kondisi evaporator bersih, bau yang ini bisa tercium saat pertama kali ac mobil di hidupkan, tetapi lama-kelamaan bau akan hilang dengan sendirinya jika ac sudah lama hidup dan dingin.
Semoga bermanfaat untuk yang memerlukan informasi seputar bau yang biasa terjadi di ac mobil.

sistem kopling

sistem kopling

SISTEM KOPLING DAN CARA KERJANYA

Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal selama perkaitan roda gigi.kopling juga dapat memindahkan tenaga secara perlahan-lahan dari mesin ke roda-roda penggerak (Drive Wheel) agar gerak mula kendaraan dapat berlangsung dengan lembut dan perpindahan roda-roda gigi transmisi dapat lembut sesuai dengan kondisi jalannya kendaraan.
Sistem Kopling yang akan kita bicarakan disini adalah sistem kopling manual yang selanjutnya kita sebut dengan kopling saja. Berikut ini komponen penting pendukung kopling, secara urut : Fly wheel atau roda gila, Clutch disc atau plat kopling, Clutch cover atau dekrup dan Clutch release bearing atau Drek lahar.
CaraKerja: Fly wheel atau roda gila meneruskan sekaligus menyimpan energi dari Crank Saft (kruk as) mesin saat mesin hidup (berputar), Plat kopling menjadi satu-satunya perantara tenaga mesin dengan Porseneling kita yang akhirnya tenaga ini akan diteruskan ke Roda. Sedangkan Dekrup bekerja sebagai pengatur kapan tenaga mesin di teruskan dan kapan tenaga mesin tidak diteruskan, hal ini dilakukan oleh kaki kita saat menginjak atau melepas pedal kopling melalui perantara Drek lahar.
Catatan : Dekrup di ikat dengan 6 (biasanya) baut terhadap fly wheel. plat kopling menjadi pengisi bagian tengah antara fly wheel dengan dekrup. Pada bagian tengah plat kopling terdapat lubang bergigi yang akan masuk kedalam As blender sebagai penerus tenaga dariplat kopling ke Gearbox porseneleng. Ketika kaki tidak menginjak pedal kopling.
Ketika kaki kita tidak menginjak pedal kopling, dengan melihat susunan diatas maka bantalan dekrup akan menekan plat kopling terhadap fly wheel sehingga seolah olah Fly wheel, plat kopling dan dekrup menjadi satu kesatuan sebagai benda rigid. sehingga apabila fly wheel berputar 10 RPM maka demikian pula dengan plat koplingnya. Dengan cara inilah tenaga dari mesin dapat di transfer ke dalam Gearbox porseneleng (melalui as blender) yang pada akhirnya diteruskan ke roda. Ketika kaki menginjak pedal kopling :
Ketika kaki kita menginjak pedal kopling, maka dreklahar mendorong kuku/ tuas dari dekrup sehingga bantalan dekrup yang menekan plat kopling dan roda gila terangkat. ketika terangkat inilah posisi dikatakan Free / perei. Dimana perputaran dari roda gila tidak di ikuti oleh perputaran dari plat kopling. sehingga tenaga dari mesin tidak sampai pada gearbox perseneleng. Pada saat ini lah perpindahan gigi dari porseneleng dapat dilakukan.Didalam gearbox porseneleng inilah tenaga dari mesin di atur sedemikian hingga sesuai dengan kebutuhan pengemudi melalui rasio gigi.
Kopling terletak diantara mesin dan transmisi, seperti yang di perlihatkan pada gambar di bawah ini:

A.    Rangkaian Kopling

1)    Pelat Kopling (Clutch Disc)
2)    Tutup Kopling (Clutch Cover)
3)    Mekanisme penggerak

B.    Masalah Kopling
Susah masuk gigi : hal ini mungkin dapat disebabkan oleh beberapa hal, sebelum dapat mengetahui sumber kerusakan kita harus dapat mengetahui ciri2 atau gejala2 yang terjadi. Gejala2 yang mungkin terjadi antara lain adalah :
1)    Susah masuk gigi Vosneling baik saat mesin dimatikan maupun di hidupkan : hal ini berarti terdapat kesalahan pada sistem mekanik pengoper gigi hal ini dapat berupa tongkat yang sudah oblak, sift cable atau kabel gigi yang sudah rusak atau putus atau mekanisme pengoper gigi didalam gearbox.
2)    Kopling susah masuk gigi hanya pada saat mesin di hidupkan atau dinyalakan, namun mudah jika mesin dimatikan : dalam hal ini ada 2 kemungkinan kerusakan yang pertama adalah Kerusakan terjadi pada mekanisme pendorong clutch release bearing yaitu : master kopling atas bawah, atau kabel kopling yang masih menggunakan kabel, Fork/garpu kopling retak, bushing fork dan atau clutch release bearing atau drek lahar itu sendiri. Kemungkinan yang kedua adalah kerusakan terjadi pada Clutch cover atau dekrup, biasanya ada ciri2 tambahan jika kerusakan terjadi pada dekrup anda yaitu biasanya akan lebih susah masuk gigi lagi setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh atau kondisi dekrup sudah panas, gigi akan semakin susah di pindahkan.
3)    Kopling bergetar saat pertama mau jalan : 90% hal ini terjadi karena penggunaan Clutch disc atau plat kopling yang kurang bagus (pantekan atau imitasi murahan), 10% fly wheel bergelombang.
4)    Suara mesin besar (rpm tinggi) tapi mobil ga mau lari (acceleration kurang) : 80% hal ini terjadi karena platkopling anda sudah tipis, dan lebih parah lagi akan timbul bau "sangit" ketika kita memaksa untuk accelerasi. 20% Fly wheel aus atau "legok" hal ini biasanya terjadi karena penggunaan plat kopling yang kurang bagus bahanya (imitasi).
5)    Terdengar suara2 dari transmisi : ada beberapa jenis suara yang mungkin timbul dalam transmisi antaralain :
1.    Bunyi Clutch release Bearing = bunyi dari drek lahar ini akan terdengar ketika kita menginjak kopling saat mesin hidup, dan akan hilang suaranya ketika kita melepas kopling.
2.    Bunyi Pilot bearing = Akan terdengar saat mesin dihidupkan meskipun kita menginjak kopling atau tidak.
3.    Bunyi pada saat jalan = jika kedua bunyi diatas dapat didengar tanpa pergerakan kendaraan, jenis bunyi yang ketiga ini hanya dapat didengar pada saat kendaraan melakukan pergerakan. Bunyi ini berasal dari bearing didalam gearbox anda.
4.    Bunyi mendesing pada gigi tertentu = hal ini terjadi karena terdapat kerusakan pada pasangan gigi yang bunyi tersebut kemungkinan gigi sudah aus atau rompal sehingga memberikan rongga udara yang dapat menimbulkan bunyi mendesing
C.    Syarat Kopling
1.    Harus dapat menghubungkan transmisi dengan mesin secara lembut.
2.    Pada saat menghubungkan ke transmisi harus dapat memindahkan tenaga tanpa terjadi slip.
3.    Dapat membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat

Dilihat dari jenis pegas penekan yang digunakan, kopling dibagi menjadi dua tipe, yaitu:
a.    Tipe Kopling dengan Pegas Koil.
b.    Kopling dengan pegas diafragma atau bahasa kerennya Matahari
Dilihat dari mekanisme penggeraknya, ada dua tipe kopling yaitu:
a.    Kopling Mekanis
Kopling Mekanis (mechanical clutch) terdiri dari beberapa bagian seperti gambar di bawah ini,perpindahan pedal kopling diteruskan ke body kopling secara langsung oleh kabel.
b.    Kopling Hidrolis (penggeraknya menggunakan minyak/fluida)
Pada tipe kopling ini, pergerakan pedal kopling di rubah oleh master silinder menjadi tekanan hidraulis kemudian di teruskan ke garpu pembebas kopling (clutch release fork) melalui silinder pembebas (Release cylinder).
Pada kopling ini pengemudi tidak terganggu oleh bunyi getaran mesin dan kopling mudah digerakkan. Katup pada mesin 4 langkah berfungsi mengatur pembukaan dan penutupan katup•katup. Mekamisme katup ini dirancang sedemikian rupa, sehingga poros nok (camshaft) berputar satu kali untuk menggerakkan katup hisap dan katup buang setiap dua kali putaran poros engkol.
D.    Kopling Plat Tunggal Berpegas Diafragma Dan Koil
1.    Kontruksi Kopling Plat Tunggal
2.    Perbandingan Gaya Diafragma Dengan Koil

a.    Posisi plat penekan dengan plat kopling yang sudah aus pada batas limit.
b.    Posisi plat penekan dengan plat kopling baru.
c.    Posisi plat penekan saat pedal kopling diinjak penuh.
d.    Tekanan normal plat penekan pada saat kopling terhubung

Kesimpulan :
1.    Tekanan plat penekan dengan pegas diafragma lebih besar dibanding dengan menggunakan pegas koil pada keadaan kanvas kopling aus / menipis.
2.    Tekanan plat penekan untuk kedua pegas sama, jika kanvas plat kopling masih baru.
3.    Gaya yang diberikan untuk membebaskan kopling dengan pegas koil lebih besar dibanding yang menggunakan pegas diafragma.
Keuntungan :
Untuk plat kopling tunggal dengan pegas diafragma.
1.    Tekanan plat penekan selalu normal pada perubahan tebal kanvas
2.    Tekanan pedal pada saat membebaskan kopling lebih kecil dibanding kopling dengan pegas koil.
3.    Penekan lebih merata terhadap kanvas kopling.
E.    Plat Kopling
1.     Jenis Kanvas Kopling
a.    Kanvas Asbes

Bahan kanvas : Paduan asbes dengan logam
Tuntutan / persyaratan :
1.    Tahan terhadap panas.
2.    Dapat menyerap panas.
3.    Tahan terhadap gesekan.
Penggunaan : Kendaraan pada umumnya yang bertugas ringan dan sedang
Alur – alur kanvas berguna :
a.    Menampung kotoran debu yang terdapat pada roda gaya dan plat tekan.
b.    Sebagai ventilator
c.    Kanvas Keramik

Bahan: Paduan keramik dan logam
Tuntutan / persyaratan :
a.    Tahan terhadap panas yang tinggi.
b.    Tahan terhadap gesekan yang tinggi
Penggunaan : Kendaraan bertugas berat Contoh : Traktor (Boldozer)
Catatan :
1)    Jarang digunakan
2)    Harganya mahal

F.    Piringan Kopling ( Disc Plate )
a.    Jenis Pegas Piringan Kopling
Pada piringan kopling terdapat 2 macam pegas, diantaranya:
1.    Pegas radial
Tuntutan / persyaratan :
a.    Mampu menerima gaya lingkaran.
b.    Mampu memegas dengan baik.
c.    Elastisitas harus tinggi (untuk bahan karet).
Kegunaan : Meredam getaran/kejutan saat kopling mulai terhubung sehingga kopling dapat terhubung dengan lembut
Pemasangan : Diantara plat yang duduk pada poros dan plat Pemegang kanvas.
2.    Pegas aksial
Pegas aksial adalah pegas pada piringan kopling
Konstruksi :
A = Plat bentuk E
B = Plat bentuk W
Tuntutan/persyaratan : Mampu memegas di antara kedua kanvas yang di keling
Kegunaan : Untuk meneruskan tekanan plat penekan terhadap kedua plat secara perlahan-lahan sehingga kopling dapat terhubung dengan lembut
Penggunaan: Pada kendaraan kendaraan-kendaraan penumpang, Sedan, dan lain – lain
3.    Paku Keling
Kegunaan :
    Mengklem antara plat piringan kopling dengan pegas aksial.
    Memegang antara kanvas kopling dan plat dengan pegas aksial.
G.    Bagian-bagian Mekanisme Katup

1.    Katup (valve), berfungsi membuka dan menutup saluran isap dan buang. Diameter katup isap dibuat lebih besar daripada diameter katup buang.
2.    Dudukan katup, sebagai tempat duduknya kepala katup.
3.    Pegas katup, berfungsi mengembalikan katup pada dudukan semula setelah katup bekerja (membuka).
4.    Tapet (valve lifter), berfungsi memindahka gcrakan bubungan (nok) ke tuas katup {rocker arm) melalui batang penekan (push rod)
5.    Batang penekan (push rod), berfungsi meneruskan gerakan tapet ke ujung tuas katup. Batang penekan hanya terdapat mekanisme katup yang poros noknya di blok silinder dan katup-katupnya terdapat pada kepala silinder.
6.    Tuas katup (rocker arm), berfungsi menekan batang katup, sehingga katup dapat membuka. Celah (kerenggangan) antara rocker arm dan push rod disebut celah katup.
H.    Model Mekanisme Katup
Ada beberapa model dalam pemindahan putaran dari poros engkol ke poros nok,
antara lain:
1.    Model Timing Gear
Model ini digunakan pada mekanisme katup mesin OHC (Over Head Valve}, di mana poros noknya berada di dalam blok silinder. Model ini sudah jarang dipakai, karena timing gearnya menimbulkan bunyi yang berisik dibanding model Iain
2.    Model Timing Chain
Model ini diterapkan pada mesin OHC (Over Head Camshaft) dan DOHC (Dual Over Head Camshaf), di mana. poros noknya berada di atas kepala silinder. Poros nok digerakkan oleh poros engkol melalui rantai (timing chain).
3.    Model Timing Belt
Model ini poros nok digerakkan oleh poros engkol melalui sabuk bergerigi(belt). Penggunaan sabuk bergigi ini tidak menimbulkan bunyi berisik, tidak memerlukan pelumasan, tidak memerlukan penyetelan tegangan, dan lebih ringan. Oleh karena kelebihan itu,model timing belt ini lebih banyak diterapkan pada mesin bensin.